Tugas utama (pokok) orangtua adalah sebagai Pengatur Rumah tangga. Tugas utama ini tidak bisa tergantikan, masalah peran ibu misalnya Allah swt telah menetapkan bahwa wanitalah tempat ”persemaian” generasi manusia dan tempat penghasil ASI sebagai makanan terbaik di awal kehidupannya.
Kehadiran orang tua (terutama Ibu) dalam perkembangan jiwa anak amat penting. Bila anak kehilangan peran dan fungsi ibunya, sehingga dalam proses tumbuh kembangnya akan kehilangan pembinaan, bimbingan, kasih sayang, perhatian dan sebagainya, maka anak akan mengalami ”Deprivasi maternal”. Hal ini dapat terjadi tidak hanya jika anak semata-mata kehilangan figur ibu secara fisik (loss), tetapi juga bisa dikarenakan tidak adanya (lack) peran ibu yang amat penting dalam proses imitasi dan identifikasi anak terhadap ibunya. Keadaan ini dapat menyebabkan hubungan kasih sayang antara ibu dan anak terputus. Hal ini biasanya menyebabkan anak menunjukkan kemurungan, rasa putus asa, dan tiadanya dorongan hidup.
Pada awal perkembangannya, anak memerlukan stimulasi dini yang diberikan oleh ibu melalui panca indera fungsi-fungsi mental emosional agar anak terpacu dan berkembang.
Hal ini hanya bisa dilakukan jika Ibu semenjak awal memfokuskan diri untuk memantau perkembangan anaknya. Hal ini sesuai dengan apa yang dituntun Islam dalam hal mendidik Anak.
Sosok orang dalam tuntunan Islam yang dibutuhkan dalam mendidik anak-anak sejak dini antara lain.
- Memiliki aqidah Islam yang kuat
- Memiliki Syakhshiyyah (kepribadian) yang Islami
- Memiliki kesadaran untuk mendidik anak-anaknya sebagai Asset Ummat
- Mengetahui dan menguasai tentang konsep pendidikan anak.
Dengan demikian setiap anak akan mendapatkan pendidikan yang layak sebagai manusia sejak awal perkembangannya.
Untuk menjadikan ibu yang memiliki kualitas seperti di atas, tentunya tidak bisa didapatkan dengan hanya berdiam diri. Perlu dilakukan pembinaan secara rutin dan berkesinambungan agar para orangtua memiliki aqidah dan syakhsiyyah Islamiyyah yang tinggi, serta memahami cara mengasuh dan mendidikan akan sesuai dengan perkembangan fisik, mental dan spiritualnya. Pembinaan para ibu ini akan lebih mudah dilakukan jika negara menerapkan syariat Islam, karena negara akan memasukkan program peningkatan kalitas orangtua ini ke dalam kurikulum sekolah bagi para calon orangtua dan memaksa para calon orangtua yang malas untuk ikut dalam pembinaan. Jika kurikulum di sekolah tidak mampu menciptakan calon orangtua berkualitas, maka negara akan melakukan pembinaan khusus bagi para calon ibu. Selain negara, pembinaan terhadap para calon ibu bisa juga dibantu oleh individu-individu dan organisasi-organisasi yang ada di tengah masyarakat, tetapi yang memiliki peran utama adalah negara.
Ibu sebagai pendidik pertama dalam keluarga perlu memiliki berbagai pengetahuan dan keterampilan agar mengerti dalam pengasuhan anak dan keterampilan agar mengerti dalam pengasuhan anak dan bersikap positif dalam membimbing tumbuh kembang anak secara baik sesuai dengan tahapan perkembangannya. Pendidikan ibu merupakan modal utama dalam mendidik anak. Keterbatasan pendidikan dan pengetahuan orang tua terutama ibu merupakan unsur yang dapat menghambat ibu dalam melaksanakan pengasuhan anak semaksimal mungkin. Untuk mengatasi hal itu perlu ada upaya yang dilakukan sehingga peran ibu sebagai pendidik generasi sejak dini dapt berfungsi secara baik. Upaya peningkatan kualitas ibu melalui pembinaan yang terstruktur dan berkelanjutan perlu dilakukan. Dengan pembinaan seperti ini diharapkan ibu-ibu dapat berperan sebagai pendidik utama bagi anak-anaknya.
Saat ini kita tidak hidup dalam Daulah Islamiyyah. Kita hidup dalam sebuah negara yang tegak agas dasar Sekularisme. Negara sekuler tidak akan peduli dengan peran ibu bagi terlahirnya generasai pemimpin umat, justru akan melenakan dan memanjakan ibu-ibu dengan berbagai suasana sekularistik. Dalam kondisi seperti ini, peran individu dan organisasi-organisasi kemasyarakatan dalam pembinaan para ibu justru menjadi kunci perubahan. Organisasi-organisasi masyarakat harus mengerahkan segenap kemampuan yang ada untuk membina ibu yang akan melahirkan generasi berkualitas yang akan melakukan perubahan sosial masyarakat menuju tegaknya Daulah Islamiyyah. Ormas dan parpol tentu tidak memiliki wewenang untuk memaksa mereka, tetapi dengan kesadaran yang tinggi akan pentingnya peran ibu dalam mencetak genarasi melalui pendidikan usia dini, maka akan dengan sukarela para ibu mengikuti pembinaan intensif dan berkesinambungan.
Untuk mendapatkan generasi berkualitas, generasi pemimpin tentunya harus melibatkan semua unsur pendukungnya. Dalam lingkup terkecil yaitu keluarga, selain peran ibu peran ayah juga cukup besar, sehingga diperlukan juga peningkatan kualitas ayah. Setelah lingkup keluarga, lingkup sekolah dan masyarakat juga seharusnya kondusif untuk proses pembentukan generasi berkualitas, sehingga ada jaminan terlahirnya pemimpin yang mampu mengeluarkan bangsa ini dari krisis multi dimensi.
Salah satu pokok dari ajaran Islam setelah perihal hidup berumah tangga adalah tentang (mendidik) anak. Dalam pandangan Islam, anak adalah anugerah yang diberikan Allah pada orang tuany. Kehadairan anak disebut berita baik, hiburan karena mengenakan pandangan mata, dan perhiasan hidup di dunia. Anak juga sebagai bukti kebesaran dan kasih sayang Allah Swt, pelanjut, penerus dan pewaris orang tua, tetapi juga sekaligus sebagai ujian.
Anak bukan bagai selembar kertas putih melainkan ia terlahir dengan fitrah tauhid. barulah kemudian pengaruh lingkungan terhadap dirinya akan menentukan proses kehidupan anak selanjutnya.
Sebagai amanah, semua yang dilakukan orang tua terhadap anaknya (bagaimana orang tua merawat, membesarkan dan mendidiknya) akan dimintai pertanggung-jawaban di akhirat kelak. Persoalan ini akan terus dihadapi oleh setiap orang yang memiliki anak. Apalagi dalam masa sekarang dimana tantangan lingkungan pergaulan dan pengaruh media massa demikian besar, maka pengetahuan tentang bagaimana konsep Islam dalam mendidik anak, kapan pendidikan seharusnya dimulai dan siapa sesungguhnya yang pertama kalinya berperan dalam pendidikan anak menjadi hal yang sangat penting.